Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menandai kehidupan manusia modern. Di satu sisi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menguntungkan kehidupan manusia, di sisi lain, menguntungkan kehidupan manusia dengan membuat pekerjaan lebih mudah, membuat manusia lebih memahami dan berpikir dalam banyak hal, dan meningkatkan kesejahteraan hidup. adapun dampak negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk munculnya sikap materialisme, konsumerisme, dan hedonisme di masyarakat, munculnya berbagai patologi sosial, dan munculnya anomali atau keterasingan manusia terhadap diri mereka sendiri, lingkungan mereka, dan Tuhan.

Dampak tersebut tampaknya telah terjadi di masyarakat Indonesia modern. Karena Indonesia telah memasuki era modern, seperti yang dilakukan oleh negara lain, ada beberapa tanda-tanda bahwa Indonesia telah memasuki era modern, seperti munculnya industri-industri yang menggunakan teknologi modern, kemajuan dalam sarana informasi dan telekomunikasi serta transportasi, munculnya produk makanan, pakaian, dan seni yang berasal dari berbagai negara, dan sebagainya.

Masyarakat Indonesia belum siap secara mental untuk menghadapi kehidupan modern. Tingkat pendidikan masyarakat terkait dengan persiapan mental. Kenyataannya, banyak orang Indonesia yang kurang pendidikan. Akibatnya, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk maju. Sebaliknya, banyak masyarakat Indonesia yang terbawa arus dengan mengikuti gaya hidup kontemporer yang tidak baik.

Oleh karena itu, selain meningkatkan pendidikan masyarakat, upaya juga dapat dilakukan dengan memaksimalkan dakwah. Peran dakwah tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran Islam kepada objek dakwah; itu juga dapat menjadi inspirasi dan subsistem kehidupan masyarakat yang memiliki kekuatan untuk mengubah. Dalam hal ini, manusia itu sendiri harus siap untuk berubah dan berkembang.

Langkah pertama untuk melakukan perubahan adalah menanamkan kesadaran yang kuat pada setiap individu bahwa mereka memiliki tanggung jawab dan fungsi yang harus mereka penuhi di sini. Berbeda dengan jenis makhluk Tuhan lainnya, seperti binatang, tumbuhan, malaikat, jin, dan sebagainya, manusia adalah makhluk Tuhan. Khalifah adalah peran penting karena keberadaan manusia di dunia ini.

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya” (Hud (11): 61), sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”Sangat penting untuk mengoptimalkan posisi manusia yang unik ini. Kehadiran manusia di Bumi tidak akan lama.

Jika dihitung umur kehidupan manusia antara 60 dan 70 tahun, maka waktu yang dapat dimanfaatkan secara efektif untuk meraih kehidupan yang lebih baik adalah antara 40 dan 50 tahun. Pada usia 0–20 tahun, kebanyakan orang masih bergantung pada orang tuanya dan belum bisa mandiri untuk kepentingan diri dan orang lain.

Waktu yang relatif singkat ini akan menimbulkan banyak kerugian bagi kehidupan kita, seperti kebodohan dan kemiskinan, jika tidak digunakan dengan baik akan menimbulkan kerugian yang besar bagi kehidupan kita, seperti kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, ketertindasan dan sebagainya.

Manusia harus mengenal dirinya sendiri sebelum dapat melakukan pekerjaannya. Al-Qur’an dan Hadits menggambarkan manusia sebagai makhluk dengan dua unsur utama: fisik dan jiwa (mental). Kematian akan datang pada semua orang. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” (Q.S. Ali’Imran, 3: 185) dengan kata lain, manusia memiliki batas waktu, usia, dan tenaga.

Categories: