Bimbingan dan penyuluhan Islam adalah salah satu studi dakwah yang sedang dilakukan. Sebagaimana dijelaskan pada bagian awal tulisan ini, dakwah bil-qaul, yang dilakukan secara individual atau dalam kelompok kecil, merupakan dasar dari bimbingan dan penyuluhan Islam. Kajian tentang bimbingan dan penyuluhan Islam belum mendapatkan perhatian akademik yang menyeluruh. Bimbingan dan penyuluhan yang ada saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh bimbingan dan penyuluhan yang berasal dari Barat. Namun, ada perbedaan yang signifikan dan mendasar antara bimbingan dan penyuluhan Barat dan bimbingan dan penyuluhan Islam.
Bimbingan dan penyuluhan di Barat tidak mengaitkan dengan hubungan vertikal dengan Tuhan (keimanan), perilaku ibadah, akhlak yang mulia, dan kehidupan di akhirat. Sebaliknya, mereka lebih berfokus pada diri sendiri, hubungan dengan orang lain, dan lingkungan alam.
Tidak diragukan lagi, perbedaan ini akan berdampak pada dasar, tujuan, materi, kualifikasi pembimbing dan konselor, serta keluaran yang dimaksud. Jika hal ini tidak diantisipasi dan dibiarkan berkembang, akan berdampak buruk pada perkembangan dakwah Islam di masyarakat.
Selain itu, pemahaman masyarakat tentang bimbingan dan penyuluhan seringkali tumpang tindih, bahkan terkadang terjadi pembiasan. Tabligh, penyiaran, dan pembinaan adalah beberapa aspek bimbingan.
Demikian pula, penyuluhan banyak diartikulasikan ke arah penerangan seperti penyuluhan pertanian, penyuluhan keluarga berencana, dll. Ada kemungkinan bahwa pembiasan ini terjadi karena makna bimbingan dan penyuluhan, terutama dalam Islam, masih belum jelas. Tampaknya tidak perlu diragukan lagi betapa pentingnya bimbingan dan penyuluhan di masyarakat.
Penyuluhan dan bimbingan selalu diperlukan di masyarakat. Karena masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi dan menghadapi perkembangan masyarakat global, bimbingan dan penyuluhan sangat penting. Untuk alasan ini, agama Islam sebagai agama mayoritas harus mengembangkan konsep bimbingan dan penyuluhan yang jelas dan berguna.
Sebagai agama yang komprehensif dan universal, Islam memiliki kemampuan untuk menanggapi dan memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, dasar Islam, al-Qur’an, harus dikaji secara menyeluruh. Al-Qur’an, yang berfungsi sebagai petunjuk, syifa, pembeda, dan rahmah, tidak akan membingungkan manusia. Karena Allah telah membuat manusia untuk menggunakan akal untuk memahami ayat kauniyah dan qauliyah. Dengan dasar ini, penulis ingin menyelidiki konsep bimbingan dan penyuluhan yang ditemukan dalam al-Qur’an.
Istilah bahasa Inggris untuk bimbingan dan penyuluhan digunakan dalam tulisan ini. Ini adalah subjek yang sama, yaitu masalah atau masalah. Mereka berbeda dalam bagaimana masalah tersebut difokuskan. Sementara bimbingan berfokus pada mencegah masalah secara (preventif), dan (kuratif). Dalam konteks tulisan ini, masalah yang dibahas adalah masalah kehidupan manusia. Bimbingan didefinisikan sebagai nasehat, tuntunan, petunjuk, dan penjelasan yang diberikan kepada individu untuk membantu mereka memecahkan masalah kehidupan manusia. Penyuluhan, di sisi lain, berarti memberikan saran atau nasihat kepada orang lain secara individual secara pribadi.









